Sharing sedikit hasil hunting Grebeg Maulud, Senin, 9 Maret 2009
Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat selama setahun menyelenggarakan upacara tradisional Grebeg Besar sebanyak tiga kali yaitu Grebeg Syawal diselenggarakan bertepatan dengan Hari Raya Idul Fitri, Grebeg Besar bertepatan dengan Hari Raya Idul Adha dan Grebeg Maulud atau bertepatan dengan peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW
Upacara Grebeg Maulud Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat yang digelar bertepatan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, berlangsung meriah disaksikan ribuan warga. dari dalam maupun luar Yogyakarta, serta sejumlah turis asing.
Saya dengan berbekal kamera tua saya berbaur dengan ribuan masyarakat menunggu sejak jam 07.30 pagi untuk menikmati tontonan upacara tradisional turun-temurun tersebut, meskipun harus berdiri berdesakan di tengah teriknya matahari.
Prosesi grebeg maulud tahun ini tampak menarik perhatian sejumlah wisatawan mancanegara, yang dengan sabar menunggu sejak awal hingga berakhirnya upacara tradisional itu dan mereka dengan antusias mengabadikan prosesi adat tersebut melalui kamera maupun kamera video miliknya.
deretan tukang mencet shutter
Melindungi peralatan dari jeratan tali..
Di antara ratusan photographer, tampak ada James Nachtwey (terkenal sebagai war photographer)… Karya-karyanya telah mendapat banyak penghargaan dan memenangkan lomba foto bertaraf internasional.. Sungguh merupakan kesempatan langka bisa bertemu dengan beliau.

James Nachtwey di tengah kerumunan fotografer lainnya
Ada juga beberapa orang senior dari fotografer.net, kopata, HISFA, dll…

rombongan dari fotografer.net
Saya juga bertemu dengan cak paparazzi (kaskuser yang membuat thread “Sharing khususon foto jurnalistik”). Ternyata usianya nggak terlampau jauh dengan saya.. namun yang bikin ngiler kamera dan lensanya.. dari ratusan fotografer, kira-kira hanya 3 orang yang menggunakan lensa berwarna putih dan cak paparazzi salah satunya..
Jalannya prosesi upacara tradisional Grebeg Maulud berupa iring-iringan Gunungan Lanang, Wadon, Gepak, Pawuhan dan Dharat yang dikeluarkan dari dalam Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat melewati Siti Hinggil, Pagelaran, Alun-Alun Utara hingga berakhir di halaman Masjid Gede Kauman Yogyakarta.
Gunungan yang dibuat dari bahan makanan seperti sayur-sayuran, kacang, cabai merah, ubi dan beberapa pelengkap yang terbuat dari ketan dan dibentuk menyerupai gunung, yang melambangkan kemakmuran dan kekayaan tanah Keraton Mataram.
Parade Gunungan Lanang, Wadon ,Gepak, Pawuhan dan Dharat yang dipimpin oleh Manggoloyudho (panglima perang) GBPH Yudhaningrat disambut dengan tembakan salvo oleh para prajurit keraton ketika keluar dari dalam keraton dan melewati Alun-alun Utara.
Iringan “Gunungan” tersebut dikawal oleh sembilan pasukan prajurit keraton, di antaranya prajurit Wirobrojo, Ketanggung, Bugis, Daeng, Patangpuluh, Nyutro. Mereka mengenakan seragam dan atribut aneka warna dan membawa senjata tombak, keris serta senapan kuno.
Selanjutnya sejumlah “gunungan” dibawa ke Masjid Agung/Besar Kauman Yogyakarta, untuk diberkati dan didoakan oleh penghulu keraton. Kemudian “gunungan” itu menjadi rebutan warga yang sudah sejak pagi menunggu di halaman masjid tersebut.

Menunggu gunungan…
Sedangkan satu gunungan dibawa menuju Pura Pakualaman dengan dikawal prajurit tradisional dan kemudian menjadi rebutan ratusan warga setempat.
Mereka yang memperoleh bagian dari “gunungan” tersebut masih mempercayai bahwa sedekah Raja Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat Sri Sultan Hamengku Buwono X tersebut akan membawa berkah bagi kehidupan mereka.
Jam 11.25 iring-iringan pembawa gunungan mulai memasuki area depan Masjid. Tanpa dikomando, orang-orang yang sudah menunggu dari pagi tak sabaran dan gunungan pun langsung diserbu padahal belum dido’akan. Chaos…

Gunungan tiba

Suasana ketika gunungan baru saja tiba untuk dido’akan..
rusuh deh pokoknya…
Berhasil menggapai puncak..

rebutan

setidaknya ada 3 orang yang harus dibawa karena pingsan/ cedera
Pokoknya ini benar-benar unforgetable moment…
Seusai grebeg selesai terlihat anak-anak banyak yang mandi di parit yang berada di dalam lingkungan Masjid Agung.. Kalo diperhatikan foto ini lucu juga.. ^_^
Cukup sekian saja ya tulisan tentang grebeg maulud 2009.. Sebenernya masih banyak foto-foto lainnya tapi akan saya masukkan ke blog lainnya..
-tertarik dengan foto-foto saya? Anda bisa menghubungi saya di 02743232252