Feeds:
Posts
Comments

Sebuah Tanya

Akhirnya semua akan tiba pada pada suatu hari yang biasa
pada suatu ketika yang telah lama kita ketahui.
Apakah kau masih selembut dahulu?
memintaku minum susu dan tidur yang lelap?
Sambil membenarkan letak leher kemejaku.

(Kabut tipis pun turun pelan-pelan di lembah kasih, lembah Mandalawangi.
Kau dan aku tegak berdiri melihat hutan-hutan yang menjadi suram
meresapi belaian angin yang menjadi dingin)

Apakah kau masih membelaiku selembut dahulu
Ketika kudekap kau dekaplah lebih mesra,
lebih dekat…

(Lampu-lampu berkedipan di Jakarta yang sepi
kota kita berdua, yang tau dan terlena dalam mimpinya
kau dan aku berbicara tanpa kata, tanpa suara
ketika malam yang basah menyelimuti jakarta kita)

Apakah kau masih akan berkata
“kudengar derap jantungmu!”

Kita begitu berbeda dalam semua
kecuali dalam cinta

(Haripun menjadi malam kulihat semuanya menjadi muram
wajah-wajah yang tidak kita kenal berbicara
dalam bahasa yang tidak kita mengerti
seperti kabut pagi itu)

Manisku, aku akan jalan terus membawa kenangan-kenangan
dan harapan-harapan bersama hidup yang begitu biru.

Soe Hok Gie
Selasa, 1 April 1969

Sharing sedikit hasil hunting Grebeg Maulud, Senin, 9 Maret 2009

Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat selama setahun menyelenggarakan upacara tradisional Grebeg Besar sebanyak tiga kali yaitu Grebeg Syawal diselenggarakan bertepatan dengan Hari Raya Idul Fitri, Grebeg Besar bertepatan dengan Hari Raya Idul Adha dan Grebeg Maulud atau bertepatan dengan peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW

Upacara Grebeg Maulud Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat yang digelar bertepatan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, berlangsung meriah disaksikan ribuan warga. dari dalam maupun luar Yogyakarta, serta sejumlah turis asing.

Saya dengan berbekal kamera tua saya berbaur dengan ribuan masyarakat menunggu sejak jam 07.30 pagi untuk menikmati tontonan upacara tradisional turun-temurun tersebut, meskipun harus berdiri berdesakan di tengah teriknya matahari.

Prosesi grebeg maulud tahun ini tampak menarik perhatian sejumlah wisatawan mancanegara, yang dengan sabar menunggu sejak awal hingga berakhirnya upacara tradisional itu dan mereka dengan antusias mengabadikan prosesi adat tersebut melalui kamera maupun kamera video miliknya.

deretan tukang mencet shutter

Melindungi peralatan dari jeratan tali..

Di antara ratusan photographer, tampak ada James Nachtwey (terkenal sebagai war photographer)… Karya-karyanya telah mendapat banyak penghargaan dan memenangkan lomba foto bertaraf internasional.. Sungguh merupakan kesempatan langka bisa bertemu dengan beliau.

James Nachtwey di tengah kerumunan fotografer lainnya

Ada juga beberapa orang senior dari fotografer.net, kopata, HISFA, dll…

rombongan dari fotografer.net

Saya juga bertemu dengan cak paparazzi (kaskuser yang membuat thread “Sharing khususon foto jurnalistik”). Ternyata usianya nggak terlampau jauh dengan saya.. namun yang bikin ngiler kamera dan lensanya.. dari ratusan fotografer, kira-kira hanya 3 orang yang menggunakan lensa berwarna putih dan cak paparazzi salah satunya..

Jalannya prosesi upacara tradisional Grebeg Maulud berupa iring-iringan Gunungan Lanang, Wadon, Gepak, Pawuhan dan Dharat yang dikeluarkan dari dalam Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat melewati Siti Hinggil, Pagelaran, Alun-Alun Utara hingga berakhir di halaman Masjid Gede Kauman Yogyakarta.

Gunungan yang dibuat dari bahan makanan seperti sayur-sayuran, kacang, cabai merah, ubi dan beberapa pelengkap yang terbuat dari ketan dan dibentuk menyerupai gunung, yang melambangkan kemakmuran dan kekayaan tanah Keraton Mataram.

Parade Gunungan Lanang, Wadon ,Gepak, Pawuhan dan Dharat yang dipimpin oleh Manggoloyudho (panglima perang) GBPH Yudhaningrat disambut dengan tembakan salvo oleh para prajurit keraton ketika keluar dari dalam keraton dan melewati Alun-alun Utara.

Iringan “Gunungan” tersebut dikawal oleh sembilan pasukan prajurit keraton, di antaranya prajurit Wirobrojo, Ketanggung, Bugis, Daeng, Patangpuluh, Nyutro. Mereka mengenakan seragam dan atribut aneka warna dan membawa senjata tombak, keris serta senapan kuno.

Selanjutnya sejumlah “gunungan” dibawa ke Masjid Agung/Besar Kauman Yogyakarta, untuk diberkati dan didoakan oleh penghulu keraton. Kemudian “gunungan” itu menjadi rebutan warga yang sudah sejak pagi menunggu di halaman masjid tersebut.

Menunggu gunungan…

Sedangkan satu gunungan dibawa menuju Pura Pakualaman dengan dikawal prajurit tradisional dan kemudian menjadi rebutan ratusan warga setempat.

Mereka yang memperoleh bagian dari “gunungan” tersebut masih mempercayai bahwa sedekah Raja Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat Sri Sultan Hamengku Buwono X tersebut akan membawa berkah bagi kehidupan mereka.

Jam 11.25 iring-iringan pembawa gunungan mulai memasuki area depan Masjid. Tanpa dikomando, orang-orang yang sudah menunggu dari pagi tak sabaran dan gunungan pun langsung diserbu padahal belum dido’akan. Chaos…

Gunungan tiba

Suasana ketika gunungan baru saja tiba untuk dido’akan..

rusuh deh pokoknya…

Berhasil menggapai puncak..

rebutan

setidaknya ada 3 orang yang harus dibawa karena pingsan/ cedera

Pokoknya ini benar-benar unforgetable moment…

Seusai grebeg selesai terlihat anak-anak banyak yang mandi di parit yang berada di dalam lingkungan Masjid Agung.. Kalo diperhatikan foto ini lucu juga.. ^_^

Cukup sekian saja ya tulisan tentang grebeg maulud 2009.. Sebenernya masih banyak foto-foto lainnya tapi akan saya masukkan ke blog lainnya..

-tertarik dengan foto-foto saya? Anda bisa menghubungi saya di 02743232252

Iseng-iseng buka agenda fotografer.net lalu menemukan tulisan bahwa akan ada gathering FN di Yogyakarta pada hari Sabtu, 7 Maret 2009. Kebetulan lokasinya juga tidak terlalu jauh dari kos saya.. Kebetulan malam minggu itu juga nggak punya rencana kemana-mana.. Tertarik buat datang soalnya membaca tulisan: gratis makan dan minum di undangannya

seperti inilah suasana disana:

Di kanan saya ternyata Yudha aka Menyut.. Penjual kamera yang terkenal di FN.

Berhubung bawa laptop akhirnya disana nggak terlalu bengong.. lumayan, bisa buka facebook dan ngaskus..

Yang lain pada serius makan saat foto ini diambil

Bikin senang soalnya nambah ilmu dari Stephanus Hanie dan Kurniadi Widodo.
makin senang karena disana dapat kaos cantik (dan gratis karena dapat dari doorprize). Sayang ukurannya kegedean :-(

kaos doorprize

Jam 23.00 saya segera pulang untuk beristirahat, bersiap untuk hunting grebeg keesokan paginya…

Blog baru..

Udah lama enggak blogging… sebenernya udah punya account blog di wordpress namun terlantar soalnya dari laptop saya wordpress susah dibuka.. Sepertinya sih yang bikin susah dibuka karena provider internet saya (Indosat IM2) yang lemot khusus wordpress…

Memilih blogspot soalnya lebih cepat diakses dan lebih banyak pilihat kostumisasinya dibanding wordpress.. Rencananya blog ini kedepannya juga akan dipakai buat gallery dari foto-foto yang saya ambil dari kamera saya.

Selamat blogging!

Kemaren mendadak PCku nggak bisa masuk Windows, ada warning file hall32.dll damaged.

Begitu dicoba untuk di-recovery ternyata tidak bisa. Penyebabnya  ternyata harddisk saya type partisinya berubah, dari fat32 menjadi “unknown”. Akhirnya saya mengambil inisiatif untuk format saja karena toh data-data penting tidak ada yang di drive C.

Nah… semuanya sekilas kelihatan lancar-lancar saja sampai proses checking disk berlangsung. Lamanya memakan waktu hingga lebih dari 1 jam. Setelah selesai ternyata di reportnya ada bad sector yang lumayan gede ukurannya, hingga ratusan MB.

Proses instalasi pun berlanjut hingga ada tulisan “Installing Windows”… Nah, ternyata proses penginstalannya ngadat. Terpaksa me-restart komputer secara paksa dan mengulang install namun hasilnya nihil. Diinstall linux juga enggak bisa. Akhirnya: pasrah

Sepertinya harddiskku sudah menjelang ajalnya.. Maxtor 6Y120P 120 Giga

HarddiskkuHarddiskku

Jadi ingat, dulu membelinya second dari owner ASC seharga 750.000 pada tahun 2003 (pada saat itu harddisk 40 GB saja harganya masih 550.000).

Sayonara, sobat…

Ada yang mau jual harddisk ??? Saya butuh pengganti segera nih..

Kameraku..

Akhirnya iseng bikin category tentang fotografi… hehehe, sebenernya udah lama ingin bikin tulisan-tulisan tentang fotografi, tapi berhubung baru sekarang baru mulai semangat nge-blog lagi dan didukung dengan internet yang mulai memadai serta udah mulai rajin jepret-jepret lagi ya udah, bikin aja deh kategori ini..

Aku ingat dulu kamera pertamaku waktu sma, pocket film merk canon, umurnya cuma 3 bulan gara-gara dicemplungin teman di kali..

Hiks.. padahal waktu itu kameranya beli buat mendukung kegiatanku waktu jadi wartawan di Harian Equator Pontianak.

Alhasil, sejak kamera rusak aku males belajar moto2 lagi.. Kalau ada liputan temenku Indah yang jadi tukang jepret-jepret..

Waktu tahun 2003 aku sempat beli kamera digital murahyang harganya 150.000. Harga nggak bakalan bohong, kameranya terlalu pas-pasan hasilnya. Selang beberapa bulan kameranya aku jual seharga 50.000.

Setelah itu waktu jalan-jalan ke pasar beringharjo di lantai 3, iseng-iseng nawar kamera Orite 3210 (2 MP).  Dari kamera inilah aku mulai suka jepret-jepret lagi.. lumayan lah, kamera ini bertahan sampai tahun 2005, adikku minta kamera ini. Ya udah, kasih aja deh.. Masak sama adik sendiri pelit.

Tahun 2006,  Ngiler ngelihat iklan kamera prosumer, Konica Minolta Dimage Z5. Nguras tabungan 3 juta buat beli kamera ini yang second hand plus baterai dan quickcharger merk Sanyo.

Mei 2008, tertarik sama Sony P200 gara-gara temen kos saya memiliki Sony P100 yang hasil jepretannya lebih jernih dibanding Dimage Z5 saya… Akhirnya beli kamera ini dari seller kaskus. Dimage Z5nya akhirnya saya kasih buat adik saya di Jakarta.

Next: DSLR… Racun bagi penggemar fotografi nih

Akhirnya kami berpisah

Akhirnya dengan berat hati harus berpisah juga dengan HP kesayanganku, Nokia E70..

Kalau bukan karena BU HP ini nggak akan saya jual.. Jujur saja, dari sekian banyak HP yang pernah saya pakai, HP ini yang paling cocok dengan kebutuhanku dan paling nyaman dipakai.

Setelah 3 hari pasang iklan di kaskus dan forumponsel akhirnya HP ini menemukan jodohnya yang baru..

Sayonara teman setiaku..

kemaren baru ngambil nokia E70 yang joysticknya dah kurang nyaman, ternyata ongkos benerinnya di Ressastama Rp 70.000.- kata yang sevis sih komponennya mesti diganti… tapi koq tombolnya tetap pake yang lama ya… Anyway… sekarang HPku udah nyaman digunakan… bisa chatting + browsing lagi dengan nyaman nih…

Revolusi Handphoneku…

berikut alur revolusinya:

GSM: Nokia 5510 –> Nokia 6820 –> Nokia E70 –> Sony Ericsson M600i –> Nokia E70

CDMA: Samsung X370 –> Nokia 2280 –> Nokia 3155 –> Nokia 6255 –> Nokia 3155

Trus sekarang make HP yang mana sih? 3 HP: Nokia E70, Nokia 6820, dan Nokia 3155

Kartu sellularnya? Kartu As, M3, dan Starone

Koq banyak banget sih.. apa ga repot bawa 3 HP? Iya, repot juga sih..

Apa ga mahal punya 3 kartu? Justru irit.. Kartu As buat smsan, IM3 buat YMan, Starone buat Nelpon..

Pengeluaran perbulannya berapa? Nggak sampai 50.000 koq untuk ketiga HPnya..

Yang GSM selalu beli yg tombolnya qwerty soalnya udah terbiasa ngetik sms pake tombol qwerty…

koq sering ganti-ganti? hmm.. nggak juga ah… 5510 makenya 2 tahun.. 6820 udah 3 tahun lebih.. E70 beli bulan Februari 2008 (kayaknya bakal lama makenya)

Buat yang mau segera nikah namun bingung dengan souvenir pernikahannya silahkan pesan dengan Hasrul… produk unggulan saat ini adalah kalender cantik seperti pada gambar berikut…






Older Posts »